$type=carousel$count=10$cols=3$cate=0$show=home

$type=grid$rm=0$sn=0$count=1$va=0$show=home

$type=three$tbg=$count=3$space=0$m=0$sn=0$rm=0$ico=1$cate=1$show=home

Pohon Kohler Ditebang, Sejarah Aceh Tinggal Cerita

MRB sebelum perluasan masjid. Pohon Kohler masih berdiri tegak di sisi kanan masjid. (source: here ) JUMAT, 20 November 2015, seb...

MRB sebelum perluasan masjid. Pohon Kohler masih berdiri tegak di sisi kanan masjid.
(source: here)

JUMAT, 20 November 2015, sebuah media mengabarkan berita mengejutkan yakni bak geulumpang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pohon Kohler di pekarangan Masjid Raya Baiturrahman (MRB) ditebang. (baca: di sini). Sontak saya kaget sekaligus sedih membaca berita tersebut. Semua masyarakat Aceh pasti tahu jika pohon besar yang tumbuh puluhan tahun di pekarangan MRB itu sangat bersejarah.

MRB yang sedang dalam proses perluasan. (source: here)  

Pohon yang ditanam 14 Agustus 1988 oleh Prof Dr Ibrahim Hasan saat menjabat Gubernur Aceh adalah untuk menandai satu peristiwa sangat bersejarah yang terjadi di halaman MRB pada 14 April 1873. Peristiwa itu adalah tertembak dan tewasnya Mayor Jenderal Belanda, Johan Harmen Rudolf Kohleroleh seorang pejuang Aceh saat Kohler memimpin pasukan Belanda menyerang MRB.  

Sekarang bak geulumpang itu sudah ditebang. Bersamaan dengan penebangan itu juga, satu bukti sejarah Aceh tinggal cerita. Bagaimana tidak, bukti nyata sejarah sudah hilang. Entah apa yang dipikirkan pemerintah saat ini. Seharusnya pembangunan proyek perluasanMRB itu tidak menghilangkan sejarah. Pembangunan proyek tersebut seharusnya disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar, bukan malah sebaliknya.


Pohon Kohler yang menjadi bukti sejarah tewasnya Mayor Jenderal Belanda Johan Harmen Rudolf Kohler oleh seorang pejuang Aceh. Kohler tewas saat memimpin pasukan Belanda menyerang MRB. Pohon besar yang sudah berusia puluhan tahun ini berdiri kokoh di sisi kana MRB.
(source: here

Sangat disayangkan hanya karena sebuah proyek yang hingga saat ini saya juga tidak mengerti apa untungnya, justru menghilangkan bukti sejarah yang berharga. Padahal MRB dengan halaman hijau yang luas sudah menjadi ikon bumi Serambi Makkah selama bertahun-tahun. Jika ada yang ingin diubah, mengapa tidak perluas bangunan masjidnya agar dapat menampung lebih banyak jamaah. Perbaiki fasilitas seperti kamar mandi dan tempat berwudhuk agar jamah masjid lebih nyaman beribadah.

Foto MRB di zaman Belanda, masih berkubah satu . Terlihat di sisi kanan MRB pohon Kohler yang berdiri tegak. (source: here)


Protes dan penyesalan akan penebangan kohlerboom (nama lain pohon kohler) juga disuarakan Walikota Banda Aceh serta berbagai kalangan lain di Aceh. (baca: di sini). Bukan masalah pohonnya, tetapi sejarah dibalik berdirinya pohon besar ini. Hari-hari ke depan, anak cucu kita takkan pernah lagi melihat pohon ini, bahkan mungkin mereka juga tidak akan pernah tahu seberani dan setangguh apa pejuang Aceh di masa penjajahan dulu.

Zaman yang semakin modern sedikit demi sedikit menggerus pikiran manusia sehingga mereka melupakan sejarah. Membuatnya terus tertinggal di belakang. Jika satu per satu bukti sejarah hilang, maka segala kejayaan Aceh yang diperjuangkan pahlawan di masa lampau akan menjadi kenangan. Bukan tidak mungkin berubah menjadi dongeng semata, tanpa bukti nyata.


Monumen prasasti yang menandai lokasi tewasnya Kohler saat peperangan zaman Belanda dulu. Prasasti ini terletak di bawah pohon Kohler. (source: here)

Penebangan pohon bersejarah ini pun mungkin akan jadi sejarah. Sejarah yang menunjukkan jika kita sudah mulai acuh dan tak lagi menghargai sejarah. Tak lagi menganggapnya sesuatu yang berharga. Bukankah kita sering mendengar si bijak berkata "orang yang melupakan sejarah adalah seperti orang yang sengaja melupakan pengalaman-pengalaman berharganya".

Saya sangat berharap kepada pemerintah semoga ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini.  Semoga sejarah yang telah diukir para pahlawan Aceh dapat terus dilestarikan hingga anak cucu kita. agar kelak anak cucu kita mengenal siapa pahlawan Aceh dan betapa besar jasa mereka.

"Sejarah adalah aset berharga. Membuang sejarah itu bagaikan membuang hasil-hasil penelitian berharga yang telah diteliti dimasa lalu dan mencoba meneliti dari awal tanpa referensi masa lalu".

-- unknown --



sejarah pohon kohler

Bak geulumpang (Sterculia foetida) atau pohon Kohler itu ditanam pada 14 Agustus 1988 saat Prof Dr Ibrahim Hasan menjabat Gubernur Aceh untuk menandai satu peristiwa sangat bersejarah yang terjadi di halaman MRB pada 14 April 1873. Peristiwa tersebut adalah tertembak dan tewasnya Mayor Jenderal Belanda, Johan Harmen Rudolf Kohler oleh seorang pejuang Aceh saat Kohler memimpin pasukan Belanda menyerang MRB.

Kohler dilaporkan roboh bersimbah darah di bawah pohon geulumpang yang tumbuh di pekarangan MRB karena mujahid Aceh menembak persis di jantungnya. Si penembak melepaskan tembakan dari tempatnya bersembunyi, di bawah reruntuhan MRB.
Beberapa literatur menyebutkan, remaja 19 tahun yang menembak dada Kohler itu bernama Teungku Imam Luengbata. Kematian Kohler saat itu sangat memukul spirit dan moral para serdadu Belanda, juga Ratu Belanda, dan menggemparkan Eropa. Untuk mengenang peristiwa itu, pasukan Belanda menamakan bak geulumpang tadi sebagai Kohlerboom yang artinya pohon Kohler.
Seiring waktu, pohon tua itu pun meranggas, lalu mati. Kemudian, tahun 1988, Gubernur Aceh Ibrahim Hasan menanam kembali pohon jenis geulumpang di titik robohnya Kohler, sebagai penanda momen bersejarah.
Di tempat itu juga dibangun monumen yang prasastinya berbunyi:
"Tanggal 14 April 1873 di tempat ini Mayor Jendral J.H.R. Kohler tewas dalam memimpin penyerangan terhadap Masjid Raya Baiturrahman".
Banda Aceh, 14 Agustus 1988
Gubernur Ibrahim Hasan


*referensi: serambinews.com


Share:

Facebook Google+ Twitter
privacy-icon.pngTHANK YOU
Semoga tulisan dari seorang ibu satu anak ini bermanfaat. Terima kasih untuk sobat yang sudah berkunjung ke rumah mungil saya. Komentar kalian semangat saya. Kalau ada saran dan masukan jangan segan untuk disampaikan. Dengan senang hati akan ditanggapi. Happy reading guys.^^

COMMENTS

BLOGGER: 4
Loading...

TIPS & PARENTING$type=grid$rm=0$sn=0$count=2$va=1

CULINARY & RECIPE$type=grid$rm=0$sn=0$count=2$va=1

TRAVELLING & HISTORY$type=grid$rm=0$sn=0$count=2$va=1

Name

Advertorial,3,Blogging,7,Competition,15,Culinary,8,Diary,21,Family,13,Feature,9,Friend,2,Gallery,11,History & Culture,5,Opinion,9,Parenting,14,Poetry,7,Recipe,5,Review,8,Tips,18,Travelling,16,Uncategorized,5,Video,6,Video Rashid,3,
ltr
item
SRI CORNER: Pohon Kohler Ditebang, Sejarah Aceh Tinggal Cerita
Pohon Kohler Ditebang, Sejarah Aceh Tinggal Cerita
https://1.bp.blogspot.com/-_NEbesqlmT4/Vk9dDXLJBhI/AAAAAAAAAPY/n1t-h0RU9Uc/s640/habadaily_pohon-kohler-masjid-raya-baturrahman-di-tebang-20-11-2015-gGIZs4t6ce.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-_NEbesqlmT4/Vk9dDXLJBhI/AAAAAAAAAPY/n1t-h0RU9Uc/s72-c/habadaily_pohon-kohler-masjid-raya-baturrahman-di-tebang-20-11-2015-gGIZs4t6ce.jpg
SRI CORNER
http://www.sricorner.com/2015/11/pohon-kohler-ditebang-sejarah-aceh.html
http://www.sricorner.com/
http://www.sricorner.com/
http://www.sricorner.com/2015/11/pohon-kohler-ditebang-sejarah-aceh.html
true
4285505137762351497
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy