$type=carousel$count=10$cols=3$cate=0$show=home

$type=grid$rm=0$sn=0$count=1$va=0$show=home

Ramadhan tanpa Puasa

Keluarga kecilku. Abu, Rashid, dan Bunda. BULAN ramadhan yang penuh berkah kembali menghampiri umat muslim di seluruh dunia.  Alha...


Keluarga kecilku. Abu, Rashid, dan Bunda.
BULAN ramadhan yang penuh berkah kembali menghampiri umat muslim di seluruh dunia. Alhamdulillah, saya pun berkesempatan berjumpa lagi dengan bulan penuh berkah dan pahala di tahun 2016 ini. Bagi saya, ramadhan tahun ini tidak lagi sama seperti tahun-tahun sebelumnya, karena sekarang saya sudah memiliki keluarga kecil yang lengkap. Ramadhan kali ini saya jalani bersama suami dan si buah hati yang masih bayi.

Bahagia sudah tentu. Namun ada yang berbeda. Tahun ini saya tidak dapat beribadah full seperti tahun-tahun sebelum menjadi ibu. Ramadhan tahun ini saya tidak ikut shalat taraweh berjamaah di masjid sebagaimana yang saya lakoni di tahun-tahun sebelumnya. Karena anak saya masih kecil, jadi saya beribadah di rumah saja.

Tidak hanya itu, bahkan ramadhan yang seharusnya diisi dengan ibadah wajib berpuasa tidak bisa saya penuhi. Tahun ini saya absen berpuasa karena masih menyusui Rashid. Di usianya yang sudah 10 bulan, Rashid sudah mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Itu artinya Rashid tidak lagi bergantung sepenuhnya pada saya meski ia juga cukup kuat nyusunya. Hal itu membuat saya yakin bisa menjalani puasa tahun ini tanpa kendala. 

source: here

Namun kenyataan berkata lain. Tiga hari pertama saya berpuasa full. Pada hari pertama dan kedua tidak ada kendala sama sekali. Namun di hari ketiga, tubuh saya sangat lemas dan perut terasa pedis sekali. Meski begitu, saya tetap kekeuh menjalankan puasa hingga beduk tiba. Karena merasa tubuh saya tidak baik-baik saja, saya memutuskan untuk tidak berpuasa di hari keempat. Karena tubuh masih belum begitu fit, di hari kelima pun saya tidak berpuasa. Baru di hari keenam saya kembali berpuasa karena stamina sudah kembali pulih. 

Berpikir kondisi saya sudah sehat dan fit, harusnya puasa keenam dapat dilalui dengan baik. Tapi hari keenam justru saya jalani dengan sangat berat. Tidak tahu mengapa tenaga saya seolah hilang. Perut saya pedis dan sesekali terasa seperti diperas. Hari sudah lepas Zuhur. Saya memutuskan bertahan sampai waktu berbuka. Sayang kan sudah puasa lebih dari setengah hari tapi harus batal. Akhirnya saya berhasil bertahan satu hari penuh tanpa makan dan minum dengan tenaga seadanya. Tapi setelah berbuka saya harus bolak balik ke kamar mandi karena setelah makan saya diare.   

Saya sadar sekarang sudah tidak hidup sendiri dan tidak boleh memikirkan kepentingan sendiri. Saya punya anak yang harus dirawat dan dijaga. Diusianya yang ke-10 bulan, Rashid sedang aktif-aktifnya bergerak. Saat ini ia sedang belajar berdiri. Sebagai ibu yang menjaganya, saya juga butuh tenaga ekstra karena Rashid semakin tidak bisa diam. Alhamdulillah nafsu makan dan menyusunya bagus. Fokus saya adalah bagaimana agar Rashid mendapatkan asupan makanan dan minuman yang baik dan bergizi. Selain itu saya juga harus menjaga kondisi tubuh agar tidak sampai tumbang. Kalau saya sakit maka semuanya jadi repot. Ujung-ujungnya Rashid juga yang jadi korban. 

Rashid kelelahan usai bermain.

Alhamdulillah suami mengerti kondisi saya dan ia tidak keberatan jika saya absen berpuasa dulu untuk beberapa hari atau bahkan untuk seterusnya. Dalam Islam pun ada keringanan bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa. Tapi paling tidak saya sudah mencoba. Walapun begitu, ramadhan ini masih dapat saya isi dengan ibadah lainnya.

Bagi para wanita yang sedang hamil dan ibu menyusui yang tak sanggup berpuasa, bukan berarti kita tidak bisa ikut beribadah dan beramal.  Masih banyak ibadah dan kebaikan yang dapat kita amalkan. Keep fighting moms!


Share:

Facebook Google+ Twitter
privacy-icon.pngTHANK YOU
Semoga tulisan dari seorang ibu satu anak ini bermanfaat. Terima kasih untuk sobat yang sudah berkunjung ke rumah mungil saya. Komentar kalian semangat saya. Kalau ada saran dan masukan jangan segan untuk disampaikan. Dengan senang hati akan ditanggapi. Happy reading guys.^^

COMMENTS

BLOGGER: 2
Loading...

TIPS & PARENTING$type=grid$rm=0$sn=0$count=2$va=1

CULINARY & RECIPE$type=grid$rm=0$sn=0$count=2$va=1

TRAVELLING & HISTORY$type=grid$rm=0$sn=0$count=2$va=1

Name

Advertorial,3,Blogging,7,Competition,15,Culinary,8,Diary,21,Family,13,Feature,9,Friend,2,Gallery,11,History & Culture,5,Opinion,9,Parenting,14,Poetry,7,Recipe,5,Review,8,Tips,18,Travelling,16,Uncategorized,5,Video,6,Video Rashid,3,
ltr
item
SRI CORNER: Ramadhan tanpa Puasa
Ramadhan tanpa Puasa
https://2.bp.blogspot.com/-Y7zQYKsmyV4/V2A4yd600mI/AAAAAAAABPE/g8OZL04crNQtmpg4mIi_0B1I2QScj3HaQCLcB/s640/P_20160610_110625_BF.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-Y7zQYKsmyV4/V2A4yd600mI/AAAAAAAABPE/g8OZL04crNQtmpg4mIi_0B1I2QScj3HaQCLcB/s72-c/P_20160610_110625_BF.jpg
SRI CORNER
http://www.sricorner.com/2016/06/ramadhan-tanpa-puasa.html
http://www.sricorner.com/
http://www.sricorner.com/
http://www.sricorner.com/2016/06/ramadhan-tanpa-puasa.html
true
4285505137762351497
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy