$type=carousel$count=10$cols=3$cate=0$show=home

$type=grid$rm=0$sn=0$count=1$va=0$show=home

$type=three$tbg=$count=3$space=0$m=0$sn=0$rm=0$ico=1$cate=1$show=home

Mengapa Memilih Menjaga Jarak Kelahiran Anak?

"Nda.. Nda..," Rashid memanggil tepat di depan wajah saat saya yang hampir terlelap. Rashid seperti tidak suka melihat ...

http://www.sricorner.com/


"Nda.. Nda..," Rashid memanggil tepat di depan wajah saat saya yang hampir terlelap.

Rashid seperti tidak suka melihat saya memejamkan mata. Sedikit saja mata tertutup, dia berlari dari kejauhan hanya untuk membangunkan saya dengan panggilannya. 

Kini usia Rashid sudah 20 bulan. Tidak hanya memanggil bunda, ia juga sudah pintar dan jelas saat mengucapkan beberapa kata lain seperti abu, kakek,nenek, dan mimi.

Rasanya waktu cepat sekali berlalu, sekarang Rashid sudah bukan bayi lagi. Meski belum lancar berbicara tapi ia sudah bisa diajak berkomunikasi. Sudah mengerti jika dimintai tolong mengambil sesuatu dan sangat senang bercanda.

Saat berkunjung ke rumah teman atau saudara, mereka pun mengatakan hal yang sama.

"Belum lama melihat Rashid masih digendong-gendong. Sekarang sudah pandai lari," kata nenek Rashid. 

Ada juga yang bilang gini.

"Udah bisa beli adek tu Acid", atau "Kapan nih rencana mau nambah anggota"?

Bicara soal momongan, saya memang belum berencana menambahnya. Rashid adalah anak pertama dan sekarang sedang lucu-lucunya. Saya masih ingin menghabiskan dan menikmati sebagian besar waktu saya (mumpung belum bekerja) dengan memantau tumbuh kembangnya.


http://www.sricorner.com/
Rashid lagi senang-senangnya berlari.

Bukan berarti saya tidak mau menambah momongan. Saya maunya punya anak tiga orang dengan jarak kelahiran yang tidak terlalu dekat. Beda usianya sekitar 3-5 tahun lah.

Bagi saya menjaga jarak kelahiran anak itu penting. Meski banyak juga yang berpendapat jika jarak kelahiran anak dekat lebih baik. Jadi sekalian aja capek ngurusnya.

Tapi saya gak dulu deh. Memang iya sekalian capek mengurusnya dan ketika sudah besar tidak repot lagi. Tapi ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan mengapa menjaga jarak kelahiran anak penting bagi saya.

1. Pemberian ASI 2 Tahun
Dari awal menikah, saya dan suami sudah merencanakan jika kami punya anak maka akan kami berikan ASI hingga usianya 2 tahun. Karenanya, keinginan untuk hamil lagi setidaknya setelah anak disapih di usianya yang 2 tahun.

2. Lebih Maksimal Mengurus Anak
Dua tahun pertama usia anak adalah masa keemasan bagi tumbuh kembangnya. Di usia ini anak sedang aktif-aktifnya dan mengalami pertumbuhan yang cepat. Masa inilah yang tidak ingin saya lewatkan. Jika hamil lagi saat ini, maka saya tidak akan bisa memberi perhatian penuh pada anak.

Terdengar klise memang, apalagi banyak kok di luar sana ibu-ibu yang usia anaknya dekat dan juga bekerja tapi bisa mengurus anak dengan baik.

Well, setiap orang memiliki kemampuan dan keterbatasan masing-masing. Saya sangat menyadari itu. Berkaca dari pengalaman, hamil itu banyak pantangannya. Saat hamil juga kondisi tidak fit, cepat lelah dan tidak bisa melakukan hal-hal yang berat. Saya rasanya tidak sanggup kalau harus mengejar-mengejar Rashid yang sedang aktif-aktifnya dengan kondisi seperti itu.

Karenanya, saya merasa harus memaksimalkan waktu saat ini untuk mengurus anak dan menjaga kondisi tubuh agar selalu fit hingga siap untuk hamil lagi.

3. Ibu perlu Istirahat
Orang tua pastinya akan selalu memikirkan hal terbaik untuk anaknya, sehingga terkadang lupa akan dirinya sendiri. Masih begitu nyata melekat dalam ingatan bagaimana saya menjalani proses persalinan dan menjalani masa-masa awal sebagai seorang ibu baru.

Lelah sudah pasti. Masa-masa awal kelahiran Rashid begitu membekas di ingatan karena itu adalah pengalaman melahirkan dan menyusui pertama. Saya hampir tidak tidur semalaman karena sebentar-sebentar menyusui. Kepala rasanya mau meledak saking pusingnya.

Agar bisa beristirahat setiap mau tidur saya memompa ASI dan Rashid dijaga nenek. Hal ini yang saya khawatirkan jika anak terlahir dengan usia yang sangat dekat.

Saat anak kedua lahir, maka anak pertama harus banyak menghabiskan waktunya dengan orang lain. Sementara ibu harus mengurus adek bayi serta dirinya sendiri. Karenanya, agar kehamilah berikutnya sedikit lebih ringan lebih baik programnya saat anak pertama sudah sedikit mandiri. Misalkan saat makan tidak harus disuapi lagi, hanya perlu ditemani.

4. Berencana Bekerja
Ini juga salah satu poin yang menjadi pertimbangan saya. Saat ini saya memang belum memiliki pekerjaan tetap dan masih mencari yang sesuai dengan kondisi saya sekarang. Kalau hamil lagi, maka rencana ini harus tertunda lebih lama lagi.

Mengenai ini saya sudah bicarakan dengan suami dan sudah diberi izin. Hanya saja belum ada job yang cocok menurut saya. Karenanya saat Rashid sudah mulai besar dan saya punya waktu lebih untuk beraktivitas di luar, ini peluang besar untuk kembali berkarya. 


Itu dia alasan mengapa saya memilih menjaga jarak usia kelahiran anak. Sebenarnya ada beberapa alasan lain, tapi yang empat itu yang menjadi pertimbangan besar.

Tapi bagi yang berpendapat jika menjaga jarak usia kelahiran anak bukan hal yang perlu dipersoalkan juga tidak masalah. Ini balik ke pribadi masing-masing orang tua. Karena ujung-ujungnya kita masing-masinglah ayang akan menjalaninya.

Tapi apapun itu, sebagai orang tua kita wajib merawat dan mendidik anak agar menjadi generasi penerus yang berguna dan bermanfaat. Itu yang paling penting. So guys, what do you think?


Share:

Facebook Google+ Twitter
privacy-icon.pngTHANK YOU
Semoga tulisan dari seorang ibu satu anak ini bermanfaat. Terima kasih untuk sobat yang sudah berkunjung ke rumah mungil saya. Komentar kalian semangat saya. Kalau ada saran dan masukan jangan segan untuk disampaikan. Dengan senang hati akan ditanggapi. Happy reading guys.^^

COMMENTS

TIPS & PARENTING$type=grid$rm=0$sn=0$count=2$va=1

CULINARY & RECIPE$type=grid$rm=0$sn=0$count=2$va=1

TRAVELLING & HISTORY$type=grid$rm=0$sn=0$count=2$va=1

Name

Advertorial,3,Blogging,7,Competition,15,Culinary,8,Diary,21,Family,13,Feature,9,Friend,2,Gallery,11,History & Culture,5,Opinion,9,Parenting,14,Poetry,7,Recipe,5,Review,8,Tips,18,Travelling,16,Uncategorized,5,Video,6,Video Rashid,3,
ltr
item
SRI CORNER: Mengapa Memilih Menjaga Jarak Kelahiran Anak?
Mengapa Memilih Menjaga Jarak Kelahiran Anak?
https://2.bp.blogspot.com/-bqi0Zey1h6g/WOcv6fpnpSI/AAAAAAAACNA/h_bQTWtllZUi4e13ToyIXdDe04kUMLqXgCLcB/s640/taman%2Bsari%2B%25286%2529.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-bqi0Zey1h6g/WOcv6fpnpSI/AAAAAAAACNA/h_bQTWtllZUi4e13ToyIXdDe04kUMLqXgCLcB/s72-c/taman%2Bsari%2B%25286%2529.jpg
SRI CORNER
http://www.sricorner.com/2017/04/mengapa-memilih-menjaga-jarak-kelahiran.html
http://www.sricorner.com/
http://www.sricorner.com/
http://www.sricorner.com/2017/04/mengapa-memilih-menjaga-jarak-kelahiran.html
true
4285505137762351497
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy